Sebelum lihat artikel lihat iklan ini dulu ya, dijamin gak rugi :D

Apakah telpon anda sering putus-putus ?
Apakah harus menunggu loading yang terlalu lama saat berinternet ?
Pernah Mengalami banyak gangguan lain terhadap sinyal gadget anda ?
PENGUAT SINYAL GEN-X sangat membantu bagi anda yang berada di daerah yang berjangkauan sinyal rendah atau anda sering menggunakan komunikasi di daerah pedalaman, wireless di dalam lift, gedung bertingkat,dll. Pemasangan yang mudah, kekuatan sinyal yang terjamin, dan mudah dalam penggunaannya. dapat dipakai di HP, modem, walkietalkie, pagers, notebook, PDA, iPhone, iPad, Android, dll.
Manfaat:
1) dampak besar - seperti memiliki antena 4 kaki pada ponsel Anda.
2) Meningkatkan Penerimaan, Mengurangi statis di perahu, lift, mobil, bangunan, terowongan, gunung-gunung dan daerah pedalaman.
3) Bekerja pada Analog, digital, telepon Tri-band, HP, modem, walkietalkie, pagers, notebook, PDA, iPhone, iPad, Android, dll.
4) Menghilangkan dropped calls.
5) Mudah untuk menginstal, cukup lepas sticker dan tempel pada bagian dalam kompartemen baterai Anda.
6) Setiap Booster dikemas siap untuk diberikan sebagai hadiah atau untuk dijual kembali!
7) mengurangi gelombang yang mengganggu sinyal
8) meningkatkan kekuatan sinyal
9) memperluas kekuatan sinyal jaringan
10) Sinyal dapat dijangkau di daerah yang sulit mendapatkan sinyal sebagai contoh di daerah pedalaman, Elevator, Lorong bawah tanah, Bangunan Beton, Daerah yang jauh dari BTS.

Berminat ? klik http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10866905
HELP ME TO HIT LIKE BUTTON > > > < < < HELP ME TO HIT LIKE BUTTON

Buah-Buah Penyembuh Penyakit


Tak ada yang menyangkal khasiat buah untuk kesehatan. Beberapa buah seperti pisang, apel atau jeruk sudah terkenal reputasinya untuk kesehatan organ tubuh.

Tapi beberapa penelitian baru menemukan, ada buah-buahan baru yang manfaatnya lebih besar untuk kesehatan. Buah-buah tersebut masih belum banyak dikonsumsi karena kalah pamor dengan apel dan jeruk. Padahal, kandungan vitamin atau mineralnya tak kalah dengan buah-buah yang sudah umum.

Menurut penelitian Colorado State University, AS, mengonsumsi buah yang lebih bervariasi akan lebih meningkatkan kesehatan. Penelitian yang dilakukan terhadap 106 wanita tersebut meminta resonden untuk memakan 8 sampai 10 jenis buah selama delapan pekan. Setengah dari seluruh responden mengonsumsi variasi buah. Sedangkan sisanya, hanya memakan 5 jenis buah yang sama setiap hari.

Setelah dua minggu, hasil tes darah menunjukkan, responden yang makan variasi buah berhasil menurunkan kadar oksidasi, yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit. Sedangkan responden yang makan buah yang sama setiap hari, tidak mengalami perubahan apapun.

Jadi, mulailah mengonsumsi buah yang lebih bervariasi. Dan rasakan perubahan yang baik untuk kesehatan Anda.

Untuk tekanan darah yang baik
Baik : Pisang
Lebih baik : Delima

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa pisang adalah buah penghasil potasium terbaik. Namun ada buah lain ternyata memiliki kandungan potasium dua kali lipat dari pisang, yaitu delima. Enam buah delima mengandung 891 miligram potasium yang mampu menurunkan tekanan darah. Jumlah tersebut mendekati 20% dari yang dibutuhkan oleh tubuh.

Dalam sebuah penelitian di Belanda yang dilakukan terhadap sejumlah orang berusia 55 tahun ke atas, disebutkan, konsumsi potasium tinggi bisa menurunkan tingkat kematian.

Buah ini juga baik untuk kesehatan tulang. Delima adalah salah satu buah dengan kandungan kalsium yang tinggi.

Pelindung jantung dan melawan penyakit
Baik : Anggur merah
Lebih baik : Leci

Selama ini anggur merah dianggap paling baik untuk kesehatan jantung. Tapi sebuah penelitian di Prancis yang dimuat dalam Journal of Nutrition menemukan bahwa leci memiliki kandungan polifenol 15% lebih tinggi daripada anggur merah. Kandungan yang tinggi teersebut juga sangat penting sebagai pencegah kerusakan jaringan sel tubuh yang bisa menyebabkan kanker.

“Polifenol berperan sebagai benteng pertahanan yang melindungi tubuh dari serangan penyakit dan kerusakan sel,” kata David Grotto, penulis buku 101 Foods That Could Save Your Life!.

Kandungan antioksidan leci juga sangat tinggi dan juga mampu mencegah terjadinya kanker payudara. Sebuah studi di Sichuan University di China menemukan manfaat leci untuk mencegah terbentuknya jaringan sel kanker payudara.

Penurun kolesterol
Baik : Apel
Lebih baik : Pir Asia

Apel masih menjadi favorit sebagai buah penurun kolesterol. Tapi pir Asia memiliki khasiat lebih baik. Satu buah pir Asia yang cukup besar mengandung 10 gram serat yang berguna untuk menurunkan kolesterol. Jumlah itu mencukupi 40% dari kebutuhan serat tubuh setiap hari.

Jumlah tersebut juga dua kali lipat lebih besar dari yang terkandung dalam sebuah apel. Buah ini juga bisa jadi pilihan untuk Anda yang bermaksud menurunkan berat badan.

Untuk melawan kanker
Baik : Semangka
Lebih baik : Pepaya

Pepaya merupakan salah buah penghasil beta-crypoxanthin terbaik, yang menurut penelitian mampu melindungi tubuh dari serangan kanker paru-paru. Seperti halnya semangka, papaya juga banyak mengandung lycopene.

"Meskipun tak direkomendasikan berapa jumlah zat lycopene yang harus dikonsumsi, kita harus mengonsumsinya setiap hari. Penelitian menyebutkan, lycopene mampu melindungi serangan beberapa jenis kanker antara lain perut, endometrial, dan prostat,” jelas Grotto.

Enzim papain dalam pepaya juga memiliki kemampuan untuk mempercepat proses penyembuhan.
Baca Selanjutnya - Buah-Buah Penyembuh Penyakit

Berkaca dari Riwayat Kesehatan Ibu


Bukan hanya hidung mancung, kaki ramping, rambut indah, atau wajah cantik ibu yang menurun pada anak perempuannya, tapi juga penyakit. Menurut Tracy Gaudet, MD, direktur eksekutif Duke Integrative Medicine di Duke University, dan pengarang buku Consciously Female, beberapa gen ibu bisa menurun pada Anda. Sebelum melakukan cek up kesehatan, coba ngobrol dengan ibu Anda. Tanyakan sejarah kesehatannya.

Jika Anda telah mengetahui riwayat kesehatannya, dokter dapat memperkirakan risiko penyakit yang mungkin Anda miliki dan bisa membantu mengurangi risiko penyakit untuk generasi berikutnya.

1. Apakah Ibu sering mengalami migrain atau sakit kepala?
Sakit kepala dari ibu cenderung menurun ke anak perempuan. Penyebabnya adalah hormon estrogen. Untuk banyak wanita, naik turunnya tingkat hormon dapat menyebabkan migrain sewaktu mulai haid, saat hamil, atau setelah melahirkan. Jika hal ini terjadi pada ibu Anda, lebih baik diskusikan riwayat sakit kepala ini kepada ginekolog sebelum minum obat berestrogen. Dokter mungkin akan memberi obat dengan dosis rendah.

2. Pernahkah ibu merasa depresi karena terlalu cemas atau panik?
Memahami psikologi ibu dapat menyelamatkan Anda dari kondisi depresi yang mengkhawatirkan. Sekitar 65% risiko depresi berasal dari faktor genetis. Depresi sering melanda wanita di akhir usia 20-an dan awal 30-an. Gangguan depresi diturunkan sekitar 35%, sementara itu 45% orang yang mengalami kepanikan memiliki sejarah keluarga yang serupa. Semakin cepat Anda mengenalinya, semakin mudah pula Anda menyembuhkannya.

3. Apakah ibu memiliki penyakit tiroid?
Penyakit tiroid (hipotiroid dan hipertiroid) biasa terjadi pada ibu dan anak perempuannya. Hipotiroid sering terjadi pada usia 20-an dan 30-an dan setelah masa menopause. Hipertiroid memiliki gejala tertentu, seperti berat tubuh yang menurun, tidak bisa tidur, dan sering gelisah. Namun, gejala ini sering tidak dikenali oleh dokter karena serupa dengan gejala stres.

Jika ibu mempunyai masalah tiroid dan Anda tidak merasakan gejala apa pun, Anda tetap harus melakukan tes darah yang akan menunjukkan fungsi tiroid Anda. Penyakit hipotiroid dapat diatasi dengan hormon tiroid sintetis.

4. Ibu memiliki riwayat penyakit kanker?
Walaupun dari pemeriksaan kesehatan ibu bisa dikenali gejala-gejala kanker, Anda tidak selalu berisiko terkena kanker juga. Sebagian besar wanita yang menderita kanker tidak memiliki sejarah kanker dalam keluarganya. Jika ibu Anda terkena kanker payudara ketika berusia 50 tahun dan tidak ada seorang pun di keluarga yang mengalami hal serupa, berarti risiko Anda tidak tinggi.

Sebaliknya, jika ibu memiliki kanker payudara saat berumur 40, dan hal serupa juga terjadi pada kakak dan tante, berarti Anda memang berisiko tinggi. Jika sejarah keluarga Anda menunjukkan adanya kanker genetis, bicaralah dengan dokter tentang bagaimana hal itu bisa mempengaruhi kesehatan Anda.

5. Kapan ibu mengalami menopause?
Jika ibu Anda mengalami menopause di usia 45, kemungkinan besar Anda juga akan mengalaminya di usia yang sama. Jika Anda perokok dan tidak mempunyai anak, gejala itu akan terjadi kurang lebih setahun sebelumnya. Suasana hati yang berubah-ubah atau gangguan tidur saat menopause juga bisa diturunkan.
Baca Selanjutnya - Berkaca dari Riwayat Kesehatan Ibu

Bahagia di Pernikahan Kedua


Merasa trauma menikah lagi setelah bercerai memang wajar. Tak bisa dipungkiri, tidak mudah memulai untuk kedua kali. Apalagi saat menjalani pernikahan sebelumnya, Anda merasa seperti di dalam ‘neraka’. Tapi, menurut Barbara De Angelis, PhD, pakar perkawinan dari Los Angeles, AS, tidak sulit pula meraih peluang kebahagiaan di perkawinan. Yang penting, antisipasi tantangan yang dihadapi di pernikahan Anda selanjutnya.

Umumnya, wanita bercerai karena apa yang didapatnya dari perkawinan tidak sesuai dengan harapannya semula. Bila harapan tak jelas, maka peluang untuk merasa salah pilih atau kecewa lagi pada perkawinan kedua menjadi sangat besar. Nah, sebelum bersanding di pelaminan kedua kalinya, apa saja yang harus dipertimbangkan?

Bicarakan anak dari awal
Mencari pengganti ayah bagi anak, tak dapat dijadikan alasan untuk menikah lagi oleh wanita bercerai. Soalnya, “Istilah ‘mantan suami’ itu ada, tapi istilah ‘mantan ayah’ tak ada..

Mungkin bila suami pertama sudah tiada, masalah anak tidak akan begitu rumit bagi perkawinan kedua. Tapi situasinya beda bila ayah si anak masih hidup. Misalnya, yang meski sudah merelakan hak perwalian anak mereka pada sang ibu, masih ingin menggunakan haknya untuk bertemu rutin dengan anaknya

Sebelum muncul masalah, sebaiknya bicarakan dari awal semua hal tentang anak, mulai soal-soal sekarang, sampai yang akan datang. Tidak hanya soal yang di depan mata, seperti jadwal pertemuan dengan si ayah atau si ibu kandung, tetapi juga soal yang akan datang. Misalnya, yang menyangkut perwalian bila si anak akan menikah (bila si anak adalah perempuan). Meski waktunya masih panjang, dalam hal ini, sebaiknya tidak membuka kemungkinan yang tidak menguntungkan untuk semua pihak kelak.

Mantan: beri batasan
Untuk mengatasi sandungan dengan mantan, Anda dan calon suami harus bisa bersikap terbuka. Jangan ragukan dia. Jangan sembunyikan apa pun darinya. Mulai soal anak, uang, peran Anda dalam keluarga, sampai soal yang menyangkut mantan suami Anda sendiri

Agar mantan tidak terlalu mencampuri perkawinan kedua Anda, beri batasan tegas padanya. Ungkapkan padanya bahwa hanya urusan anak yang masih bisa didiskusikan dengannya. Jangan sampai mantan ‘meracuni’ pernikahan Anda.

Berbagi Harapan
Bagi mereka yang sudah memasuki perkawinan keduanya, Barbara berpesan agar tidak memancang harapan terlalu tinggi. Sadarilah Anda berdua sudah bekerja keras untuk sampai pada perkawinan kedua. Maka, sebelum berharap dapat ‘mendaki gunung’, cobalah rehat sejenak untuk merasakan nyamannya berdua lagi, dengan berjalan pelan-pelan dulu. Sedangkan adanya ketakutan dan kecemasan gagal lagi, wajar-wajar saja asalkan proporsional.

Selain itu, cobalah berbagi harapan dengan calon suami. Plus, ungkapkan padanya cara Anda menghada[pi masalah. Dengan begitu, dia bisa mengenal Anda lebih dalam, atau malah Anda berdua menemukan aturan baru menangani konflik di masa depan.
Baca Selanjutnya - Bahagia di Pernikahan Kedua

Uangmu = Uangku?


Salah satu isu yang bisa menjadi konflik utama bagi pasangan menikah adalah soal uang. Ruth Hayden, pengarang buku For Richer, Not Poorer: The Money Book for Couples, mengungkapkan banyak pasangan yang tidak mendapatkan titik temu dalam hal mengelola keuangan,.

Survey dari majalah SmartMoney menunjukkan, bahwa kebanyakan pasangan (64%) memasukkan uang mereka dalam rekening bersama. Sedangkan, 14% memiliki rekening terpisah. Dan, 18% melakukan keduanya. Lantas, bagaimana dengan Anda dan pasangan?

1.Dua amplop penghasilan
Kesalahan: Digabungkan semua.
Saran: Uangmu, uangku, uang kita bersama

Jika Anda dan suami bekerja, berarti ada dua sumber keuangan yang bisa dialokasikan untuk membiayai kebutuhan. Sebelum memutuskan cara yang tetap menangani finansial, sebaiknya, Anda berdua mencoba menangani keuangan dalam beberapa cara. Dengan begitu, baru akan ketahuan metode seperti apa yang sesuai untuk Anda berdua. Untuk pengantin baru, pilihan tepat adalah yang di tengah-tengah. Misalnya, Anda tetap memegang uang sendiri, pasangan memegang uang sendiri, dan belajar menyisihkan uang untuk tabungan bersama.

2. Mengelola utang
Kesalahan: Utang harus dilunasi masing-masing.
Saran: Setelah menikah, utang menjadi milik bersama. Cari tahu cara melunasinya bersama.

Misalnya, Anda atau pasangan masih memiliki utang, atau cicilan kredit barang ketika memasuki gerbang pernikahan. Apa yang harus dilakukan? Suka atau tidak suka, setelah Anda berdua mengucap ikrar sehidup semati di depan Tuhan, utang menjadi problem berrsama.

Cobalah cari cara untuk melunasinya bersama. Masalahnya, jika ingin membeli barang lewat kredit bank, Anda dan suami akan mengalami kesulitan. Karena utang masih menumpuk. Tapi, ingatlah, Anda tidak sepenuhnya bertanggung jawab secara hukum soal utang suami sebelum menikah. Bila dia terlilit utang cukup banyak, selama itu masih atas nama suami, Anda tidak akan mengalami masalah.

3. Gaya berbelanja
Kesalahan: Anda boros, si dia hemat. Atau, sebaliknya.
Saran: Berbagi keperluan belanja. Buat anggaran.

Siapa bilang hanya wanita yang hobi belanja. Bedanya, wanita sering belanja untuk keperluan kecil. Sedangkan pria biasanya membeli barang satu tapi dengan harga selangit. Itu yang jadi masalah. Solusinya, coba Anda duduk berdua, dan tuliskan berapa anggaran yang harus dialokasikan untuk kebutuhan sehari-hari, atau kebutuhan lainnya.

4.Investasi
Kesalahan: Suami tipe risk-taker, Anda takut berinvestasi. Atau, sebaliknya.
Saran: Masukkan dana ke beberapa investasi

Tidak berinvestasi zaman sekarang? Wah, kuno! Tapi, jika salah satu dari Anda takut berinvestasi memang wajar. Apalagi di saat kodisi keuangan yang gonjang-ganjing sekarang ini. Solusinya, cobalah berinvestasi di beberapa tempat. Misalnya, dibagi-bagi di beberapa tempat, misalnya saham, reksadana, maupun deposito. Setidaknya, Anda punya modal untuk dana pensiun nanti.

5. Dana darurat
Kesalahan: Tak perlu menyisihkan dana untuk keadaan darudat
Saran: Apapun bisa terjadi. Sisihkan dana untuk biaya tak terduga.

Meski saat ini posisi karier bagus, dan penghasilan sangat mencukupi, Anda dan suami tetap perlu mempersiapkan anggaran untuk keperluan mendadak. Sebaiknya, tiap bulan sisihkan 5-10% dari penghasilan berdua untuk hal-hal tak terduga. Jika bulan ini tidak terpakai, jangan digunakan. Anggap saja uang ini sebagai salah satu tabungan. Nah, jika suatu saat diperlukan, Anda berdua tidak perlu repot mengambil bagian dari dana keperluan lain.
Baca Selanjutnya - Uangmu = Uangku?